Kehadiran Anantya dalam special screening di Bandung memberikan kesempatan bagi penonton untuk mengenal lebih dekat pesan yang ingin disampaikan melalui karakter tersebut.
“Aku banyak belajar dari memerankan Naia di film ini,” ucap Anantya saat menyambut para penonton Bandung.
Menurut Anantya, Beautiful Pain memperlihatkan bahwa anak-anak juga merasakan dampak dari perceraian orang tua. Mereka harus menghadapi perubahan yang mungkin tidak sepenuhnya dipahami, sekaligus menjalani proses untuk menerima kehidupan yang berbeda dari sebelumnya.
“Film Beautiful Pain menunjukkan bahwa dalam perceraian, ternyata anak-anak juga menjadi korban. Dan perjalanan Naia untuk menerima hidup barunya sangat inspiratif bagiku. Terima kasih untuk semua yang sudah menyaksikan perjuangan keluarga Niken,” lanjutnya.
Melalui karakter Naia, film ini mengingatkan bahwa kondisi emosional anak perlu menjadi perhatian ketika orang tua menghadapi perpisahan. Keputusan dalam rumah tangga dapat membawa konsekuensi yang lebih luas, sehingga proses beradaptasi dan menerima keadaan menjadi bagian penting dalam perjalanan sebuah keluarga.
Perjuangan Memulai Kembali Kehidupan
Tidak hanya mengangkat persoalan perceraian, Beautiful Pain juga membawa pesan mengenai keberanian untuk memulai kembali. Perjalanan Niken menggambarkan bahwa memilih meninggalkan hubungan yang tidak sehat dapat menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Namun, memulai kembali bukan perkara sederhana. Ada ketidakpastian yang harus dihadapi, tanggung jawab yang tetap berjalan, serta kebutuhan untuk memulihkan diri setelah melewati pengalaman yang menyakitkan.
