Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Kinanti Oktipiyah turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti rangkaian kegiatan. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru terkait kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah.
“Kegiatan ini seru dan bermanfaat. Kami jadi tahu jalur evakuasi, titik kumpul, dan apa yang harus dilakukan kalau terjadi bencana, sehingga tidak panik dan lebih siap jika terjadi sesuatu di sekolah,” ujar Kinanti.
Di lain kesempatan Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB, Susanto August Satria menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya Pertamina dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan.
“Melalui program PANAH KESATRIA, kami berharap dapat membentuk pelajar yang tangguh dan sekolah yang tanggap bencana. Program ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam membangun ketahanan masyarakat sejak usia dini,” ujar Satria.
Kegiatan ditutup dengan simulasi praktik kebencanaan sebagai tahapan lanjutan program PANAH KESATRIA. Simulasi ini menjadi bentuk penguatan dari hasil diskusi TTX, sekaligus melatih kesiapsiagaan nyata dan membangun refleks tanggap darurat di lingkungan sekolah.
Melalui kegiatan ini, program PANAH KESATRIA turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera serta poin 4 tentang pendidikan berkualitas. ***









