BRI dan OJK Perkuat Literasi Keuangan di Cirebon, Budaya Menabung hingga Waspada Penipuan Jadi Fokus

“Melalui sinergi erat bersama OJK, BRI berupaya mengikis kesenjangan tingkat literasi keuangan dan memastikan masyarakat terhindar dari berbagai risiko kejahatan keuangan ilegal,” ujar Andrie.

Dorong Budaya Menabung Sejak Dini

Salah satu fokus utama dalam rangkaian kegiatan Hari Indonesia Menabung 2026 adalah mendorong terbentuknya budaya menabung sejak usia dini.

Momentum tersebut turut dimanfaatkan untuk mengampanyekan Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Gerakan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kebiasaan menabung kepada pelajar sekaligus meningkatkan akses generasi muda terhadap layanan keuangan formal.

Budaya menabung sejak dini diharapkan dapat membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik. Pelajar juga dapat mulai memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang untuk kebutuhan masa depan, bukan sekadar menghabiskannya untuk kebutuhan jangka pendek.

Bagi BRI dan OJK, edukasi semacam ini menjadi investasi jangka panjang untuk membentuk masyarakat yang lebih sadar terhadap pengelolaan keuangan.

Tidak hanya menyasar pelajar, edukasi juga diarahkan kepada masyarakat secara luas agar pemahaman mengenai layanan perbankan dan keamanan transaksi keuangan semakin merata.

Waspadai Kejahatan Keuangan Digital

Perkembangan teknologi membuat transaksi keuangan semakin mudah dilakukan. Namun, kondisi tersebut juga diikuti dengan munculnya berbagai risiko kejahatan keuangan digital yang dapat menyasar masyarakat dari berbagai kelompok.

Karena itu, edukasi mengenai keamanan finansial menjadi salah satu bagian penting dalam kolaborasi BRI dan OJK.