Transformasi Alea ke Alaiya, Langkah Baru Ratri Wijaya Perkuat Fashion Lokal Indonesia

Pendekatan ini menjadi jawaban atas kebutuhan perempuan modern yang menginginkan pakaian serbaguna dengan desain sederhana, elegan, dan mudah dipadukan untuk berbagai kesempatan.

Di balik transformasi Alaiya terdapat sosok Ratri Werdiningsih, yang lebih dikenal sebagai Ratri Wijaya. Perjalanan kariernya di industri fashion berawal dari kecintaannya terhadap dunia seni sejak kecil melalui kegiatan menggambar. Minat tersebut kemudian membawanya menempuh pendidikan di Jurusan Desain Interior Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Semangat berwirausaha Ratri juga dipengaruhi oleh latar belakang keluarganya yang bergerak di bidang distribusi batik. Untuk memperdalam kompetensi di industri mode, ia melanjutkan pendidikan desain busana di ESMOD Jakarta. Perpaduan antara kemampuan desain dan pengalaman bisnis tersebut kini mengantarkannya mengelola tiga brand fashion, yakni Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya.

Menurut Ratri, fashion memiliki fungsi lebih dari sekadar mengikuti tren. Baginya, pakaian juga menjadi sarana untuk membangun rasa nyaman sekaligus meningkatkan kepercayaan diri perempuan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Bagi saya, fashion adalah seni yang hidup. Melalui Alaiya, kami ingin menghadirkan pakaian yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga memeluk tubuh dengan rasa nyaman. Ini adalah bentuk perayaan untuk para perempuan yang produktif namun tetap ingin tampil percaya diri setiap hari,” ujar Ratri Wijaya.

Selain fokus mengembangkan bisnis fashion, Ratri juga memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di Jawa Barat. Menurutnya, pertumbuhan industri kreatif memerlukan kolaborasi yang kuat antarpelaku usaha agar mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.