Berdasarkan data internal Samsung pada akhir 2025, tiga fitur Galaxy AI yang paling sering digunakan di Indonesia meliputi:
Gemini, yang membantu pengguna memperoleh informasi dan menjadi pendamping digital dalam berbagai aktivitas harian.
Circle to Search, fitur yang memudahkan pengguna mencari informasi dari apa pun yang terlihat di layar tanpa harus berpindah aplikasi.
Writing Assist, yang membantu menyusun dan menyempurnakan teks untuk berbagai kebutuhan komunikasi maupun pekerjaan.
Pola penggunaan ini menunjukkan bahwa teknologi AI yang paling cepat diadopsi adalah yang mampu mengurangi hambatan penggunaan dan memberikan hasil secara instan dalam aktivitas sehari-hari.
Secara global, Samsung juga melaporkan bahwa hingga menjelang tahun 2026 perusahaan telah menghadirkan pengalaman AI yang terintegrasi kepada lebih dari 400 juta pengguna di seluruh ekosistem Galaxy.
AI Lebih Personal dengan Perlindungan Data yang Kuat
Selain meningkatkan kecerdasan AI, Samsung juga menempatkan personalisasi sebagai elemen utama dalam pengembangan teknologi ini.
Pada Galaxy S26 Series, AI dirancang untuk beradaptasi dengan rutinitas individu pengguna. Fitur seperti Now Nudge membantu mengelola jadwal harian, sementara Photo Assist memungkinkan penyempurnaan gambar dengan bantuan AI.
Pendekatan ini bertujuan menciptakan alur kerja yang lebih natural, sehingga AI hadir pada momen yang tepat tanpa terasa mengganggu aktivitas pengguna.
Namun semakin personal sebuah teknologi, semakin penting pula perlindungan terhadap data pengguna. Untuk itu Samsung mengandalkan Samsung Knox sebagai sistem keamanan berlapis yang melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak sah.










