Sambut Standar Baru Smartphone: AI Phone yang Lebih Proaktif, Personal, dan Mengutamakan Privasi

“Jika kualitas kamera dan performa sering kali didefinisikan oleh deretan angka pada lembar spesifikasi, nilai sesungguhnya dari AI ada pada pengalaman yang seamless dan intuitif yang dihadirkannya,” tambahnya.

Awal Era Agentic AI yang Lebih Proaktif

Samsung melihat pengalaman penggunaan smartphone tradisional masih didominasi oleh interaksi manual. Pengguna biasanya harus membuka aplikasi tertentu, melakukan pencarian, lalu menjalankan beberapa langkah tambahan sebelum mencapai hasil yang diinginkan.

Melalui Galaxy S26 Series, perusahaan mencoba mengubah pola tersebut dengan menghadirkan konsep agentic AI—kecerdasan buatan yang lebih proaktif dan berorientasi pada tujuan.

“Dengan kehadiran Galaxy S26 Series, kami menetapkan standar baru di industri. Ini adalah langkah pertama menuju masa depan di mana teknologi beralih dari sekadar menerima perintah menjadi memberikan bantuan yang berorientasi pada tujuan,” jelas Harry Lee.

Perubahan pendekatan ini memungkinkan AI membantu menyelesaikan rangkaian tugas yang sebelumnya harus dilakukan pengguna secara manual satu per satu, sehingga pengalaman penggunaan perangkat menjadi lebih efisien.

Adopsi Galaxy AI di Indonesia Meningkat

Perkembangan teknologi AI di ekosistem Galaxy juga tercermin dari meningkatnya penggunaan fitur AI oleh masyarakat Indonesia. Samsung mencatat bahwa tingkat adopsi Galaxy AI di Indonesia meningkat signifikan, dari 27 persen saat pertama kali diperkenalkan pada 2024 menjadi 79 persen pada 2025.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa AI tidak lagi sekadar teknologi eksperimental, melainkan telah menjadi bagian penting dalam rutinitas digital pengguna.