Ratusan Kerajinan Jawa Barat Tampil di INACRAFT 2026, Dekranasda Targetkan Transaksi hingga 1,5 Juta Dolar AS

Bahkan, beberapa peserta yang mewakili Jawa Barat merupakan UMKM terbaik dan pernah meraih prestasi di ajang serupa pada tahun-tahun sebelumnya. Secara konsisten, Jawa Barat tercatat telah mengikuti INACRAFT sebanyak 21 kali, menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mempromosikan produk kriya daerah.

“Dalam kondisi serba efisien ini kita masih bisa mempromosikan produk-produk kerajinan di Jawa Barat, artinya dari Pak Gubernur masih ada perhatian. Ini juga merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga,” tambahnya.

Keikutsertaan Jawa Barat dalam INACRAFT tidak hanya dimaknai sebagai ajang pameran semata, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan warisan budaya sekaligus memperluas akses pasar bagi para perajin lokal.

Target Transaksi 1,5 Juta Dolar AS

Pada penyelenggaraan INACRAFT 2026, Dekranasda Jawa Barat menargetkan nilai transaksi mencapai 1,5 juta dolar AS. Target tersebut mencakup transaksi langsung selama pameran berlangsung maupun potensi kontrak dagang lanjutan setelah acara berakhir.

“Bukan menjual pada saat itu saja, tapi lebih ke transaksi lanjutannya. Kita mungkin menargetkannya 1,5 juta USD. Tentu targetnya lebih besar dari tahun lalu,” ujar Noneng.

Optimisme tersebut didasari oleh tingginya animo pengunjung INACRAFT yang terus meningkat setiap tahun. Selain itu, produk kerajinan yang ditampilkan memiliki rentang harga yang relatif terjangkau, sehingga dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

Tak hanya pembeli domestik, INACRAFT juga dikenal sebagai magnet bagi pembeli internasional. Pengunjung dari berbagai negara kerap datang untuk mencari produk kerajinan khas Indonesia, termasuk dari Jawa Barat, yang dinilai memiliki keunikan desain, kualitas pengerjaan, serta nilai budaya yang kuat.