Pemimpin Cabang BRI BO Tasikmalaya, Hoki Agusta Rina Atmaja, menilai keberhasilan KMT sebagai contoh nyata UMKM yang berhasil naik kelas.
“BRI sangat mendukung gerakan pemberdayaan yang dilakukan KMT. Keberhasilan mereka mencapai pasar Italia adalah bukti nyata bahwa perempuan pelaku UMKM kita sangat kompetitif. Melalui pembinaan di Rumah BUMN, kami berkomitmen untuk terus mendampingi mereka agar semakin banyak ‘kartini-kartini’ masa kini yang mampu membawa produk lokal naik kelas ke level dunia,” tegasnya.
KMT juga aktif memperluas akses pasar melalui berbagai ajang pameran nasional seperti INACRAFT dan BRIlianpreneur. Partisipasi ini membuka peluang kolaborasi sekaligus memperkuat branding produk di tingkat nasional dan internasional.
Keunggulan lain dari produk KMT adalah penerapan prinsip ramah lingkungan. Dengan konsep zero waste, komunitas ini memastikan proses produksi tetap berkelanjutan tanpa menghasilkan limbah berlebih.
Di sisi lain, model bisnis berbasis komunitas memungkinkan efisiensi produksi sekaligus pemerataan pendapatan. Setiap anggota memiliki peran dalam rantai produksi, sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara kolektif.
KMT juga terus memperluas jangkauan melalui program pelatihan dan workshop, baik secara offline maupun online. Langkah ini bertujuan mencetak lebih banyak pengrajin yang siap bersaing di pasar global.
Ke depan, KMT menargetkan ekspansi pasar ke negara lain serta peningkatan kapasitas produksi. Dengan dukungan ekosistem yang kuat, komunitas ini optimistis dapat menjadi salah satu pemain penting dalam industri rajut global.







