Produk Rajut Tasikmalaya Tembus Italia, KMT Dorong UMKM Naik Kelas ke Pasar Global

JURNALINDONESIAUPDATE – Industri kreatif berbasis kerajinan tangan kembali menunjukkan daya saingnya di pasar global. Komunitas Merajut Tasikmalaya (KMT) sukses membawa produk rajut lokal menembus pasar Italia, sekaligus mempertegas posisi UMKM Indonesia di kancah internasional.

Komunitas yang berdiri sejak 2017 ini fokus pada pengembangan produk rajut berkualitas ekspor. Berbagai produk unggulan seperti cardigan dan boneka Kokeshi menjadi andalan yang diminati pasar luar negeri.

Keberhasilan ini tidak datang secara instan. KMT menerapkan standar kualitas ketat dalam setiap proses produksi, mulai dari pemilihan bahan hingga finishing produk. Pendekatan ini menjadi kunci dalam memenangkan kepercayaan pasar internasional.

Pendiri KMT, E. S. Emi Rahayu (Yayu), menekankan pentingnya peningkatan kualitas sebagai strategi utama.

“Kami percaya bahwa dengan meningkatkan keterampilan dan kualitas produk, perempuan dapat memiliki posisi tawar yang kuat secara ekonomi. Kami ingin membuktikan bahwa dari rumah, dengan merajut, perempuan Tasikmalaya bisa mandiri secara finansial dan ikut serta menggerakkan perekonomian lokal dengan kualitas produk berstandar global,” ungkapnya.

Selain kualitas, inovasi juga menjadi fokus utama. KMT secara rutin mengembangkan desain baru yang mengikuti tren pasar global tanpa meninggalkan identitas lokal. Produk handmade menjadi nilai tambah yang memberikan keunikan dibandingkan produk massal.

Dalam mendukung pertumbuhan usaha, akses pembiayaan menjadi faktor penting. KMT menggandeng BRI melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang memberikan kemudahan permodalan bagi para anggotanya.