Menurutnya, ecoprint dipilih karena memiliki nilai tambah yang tidak hanya memberikan peluang usaha baru, tetapi juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan melalui penggunaan bahan-bahan alami yang minim limbah.
“Melalui pelatihan ecoprint ini, kami berharap masyarakat Kampung Sirih dapat mengembangkan keterampilan baru yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha kreatif yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Ady.
Konsep ecoprint dinilai sejalan dengan karakter Kampung Sirih yang selama ini dikenal aktif menjalankan berbagai kegiatan berbasis lingkungan. Teknik pewarnaan alami tersebut mampu menghasilkan produk yang memiliki motif unik karena memanfaatkan bentuk dan warna alami daun maupun tanaman, sehingga setiap hasil produksi memiliki karakter yang berbeda.
Ketua Kelompok Kampung Sirih, Alex Eko Setiawan, menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang terus dilakukan oleh Pertamina kepada masyarakat. Ia menilai pelatihan ini membuka wawasan baru bagi warga dalam mengembangkan usaha kreatif yang memanfaatkan potensi alam di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Menurut Alex, keterampilan yang diperoleh dari pelatihan tersebut berpotensi menjadi sumber pendapatan baru sekaligus memperkuat identitas Kampung Sirih sebagai kawasan yang mengedepankan konsep pelestarian lingkungan dan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.
“Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi warga untuk mengembangkan produk kreatif berbasis lingkungan. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi peluang usaha baru dan memperkuat identitas Kampung Sirih sebagai kampung yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.
