Pelaksanaan penerbangan haji tahun 2026 dibagi menjadi dua fase. Fase pertama berlangsung mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, sedangkan fase kedua dilaksanakan pada 1 hingga 30 Juni 2026. Selama periode tersebut, Pertamina Patra Niaga RJBB memastikan seluruh fasilitas operasional tetap siaga untuk memenuhi kebutuhan avtur setiap penerbangan.
Pada musim haji tahun ini, dua maskapai melayani penerbangan jamaah dari wilayah Jawa Bagian Barat, yakni Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines (Saudia).
Dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, terdapat 84 kelompok terbang (kloter) yang akan diberangkatkan. Penerbangan perdana dilayani Garuda Indonesia pada 21 April 2026 pukul 00.45 WIB, disusul maskapai Saudia pada 22 April 2026 pukul 07.30 WIB.
Sementara itu, Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati melayani 40 kloter keberangkatan jamaah haji. Penerbangan perdana dari embarkasi Kertajati dijadwalkan menggunakan maskapai Saudia pada 22 April 2026 pukul 09.00 WIB.
Dengan total 124 kloter yang diberangkatkan dari dua embarkasi tersebut, kesiapan pasokan avtur menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional penerbangan selama musim haji.
Susanto August Satria menegaskan Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan sistem distribusi yang terintegrasi untuk memastikan kebutuhan avtur seluruh maskapai terpenuhi tanpa hambatan.
“Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan avtur untuk penerbangan haji tetap andal di seluruh titik layanan melalui rantai pasok terintegrasi, mulai dari kilang hingga proses pengisian ke pesawat. Langkah ini dilakukan agar operasional haji berjalan lancar, aman, tepat waktu, dan sesuai standar.”
