“Untuk memastikan pelayanan tetap optimal selama arus mudik dan arus balik, kami menyiagakan 109 SPBU yang beroperasi selama 24 jam, 142 agen LPG, 10 mobil tangki siaga, enam unit motorist, tiga titik layanan BBM dan Kiosk Pertamina Siaga, serta 72 Pertashop yang siap melayani masyarakat,” ujar Novan.
Keberadaan SPBU siaga selama 24 jam menjadi salah satu strategi utama Pertamina dalam menjaga kelancaran distribusi energi, terutama di jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan selama periode mudik. Selain itu, layanan motorist dan mobil tangki siaga disiapkan sebagai solusi cepat apabila terjadi kondisi darurat atau lonjakan kebutuhan BBM di titik-titik tertentu.
Tidak hanya memperkuat layanan distribusi, Pertamina Patra Niaga juga telah melakukan proyeksi terhadap peningkatan konsumsi energi selama Ramadan dan Idulfitri.
Superintendent Fuel RSD Integrated Terminal Balongan, Firman Nugroho, mengungkapkan bahwa permintaan BBM jenis gasoline diperkirakan mengalami kenaikan signifikan dibandingkan rata-rata penyaluran harian pada kondisi normal.
“Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik Lebaran, Pertamina memproyeksikan adanya kenaikan permintaan BBM jenis gasoline di wilayah Cirebon sekitar 27,2 persen dibandingkan rata-rata penyaluran normal. Namun, kami telah memastikan ketersediaan stok di Integrated Terminal Balongan dalam kondisi aman sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” jelas Firman.
Menurutnya, Integrated Terminal Balongan memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat distribusi energi di Jawa Barat. Oleh karena itu, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari penguatan stok, optimalisasi armada distribusi, hingga koordinasi lintas fungsi untuk menjaga kelancaran pasokan selama masa Satgas RAFI.
