Di sisi lain, koordinasi intensif terus dilakukan bersama aparat kepolisian, pengelola jalan tol, perusahaan transporter, serta tim operasional guna mempercepat proses evakuasi kendaraan dan mengembalikan kondisi lalu lintas di sekitar lokasi menjadi normal.
Evaluasi terhadap insiden ini juga akan menjadi bagian dari upaya peningkatan aspek keselamatan operasional, termasuk pembinaan kepada mitra transporter dan pengemudi armada pengangkut LPG.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa aspek Health, Safety, Security and Environment (HSSE) selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas distribusi energi. Seluruh armada yang beroperasi diwajibkan memenuhi standar keselamatan, menjalani pemeriksaan berkala, serta diawaki pengemudi yang telah mendapatkan pelatihan sesuai ketentuan perusahaan.
Melalui penerapan standar operasional yang ketat, Pertamina berharap setiap potensi risiko dapat diminimalkan sehingga distribusi LPG kepada masyarakat tetap berlangsung secara aman, lancar, dan berkelanjutan.
Perusahaan juga mengapresiasi dukungan aparat kepolisian dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden tersebut. Sinergi yang baik dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan proses evakuasi berlangsung cepat sekaligus menjaga kelancaran distribusi energi kepada masyarakat.
Dengan berbagai langkah penanganan yang telah dilakukan, Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan kondisi telah terkendali. Perusahaan berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan LPG serta meningkatkan budaya keselamatan dalam seluruh aktivitas operasional demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. ***
