Melalui pelatihan kewirausahaan berbasis kuliner, para peserta mampu menghasilkan berbagai produk makanan seperti almond crispy, peanut cookies, dan chocolate soft cookies yang memiliki nilai jual tinggi.
Program ini memberikan manfaat langsung kepada 26 peserta serta manfaat tidak langsung kepada sekitar 1.225 warga di lingkungan sekitar.
Pengembangan program dilakukan secara bertahap. Pada 2024 peserta memperoleh pelatihan tata boga, kemudian pada 2025 dilanjutkan dengan pelatihan pembukuan, pemasaran, hingga pengurusan legalitas usaha seperti sertifikasi halal.
Sementara pada 2026, fokus pengembangan diarahkan pada inovasi produk UMKM, penguatan jaringan pemasaran, serta peningkatan kapasitas pengelolaan usaha agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.
Dari sisi ekonomi, program tersebut berhasil meningkatkan omzet kelompok usaha hingga 34 persen.
Selain itu, telah lahir 40 produk bersertifikat halal dan 20 produk yang telah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT) sehingga memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Keberhasilan program juga terlihat dari aspek lingkungan. Sebanyak 1.218 kilogram limbah cangkang telur berhasil dimanfaatkan sebagai media tanam pengganti kompos, sehingga mengurangi limbah sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, Freddy Anwar, mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memperluas program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah operasional.
