Salah seorang mahasiswa Universitas Indonesia, Riska Nur Azizah, mengatakan Program Arboretum The Gallery of Sukapura memberikan pengalaman nyata mengenai implementasi program pembangunan sosial yang berbasis masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, program tersebut menjadi contoh bagaimana pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Program Arboretum The Gallery of Sukapura ini menarik karena menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami dapat melihat langsung bagaimana program dijalankan, yang menjadi kunci keberhasilan dan dampaknya bagi masyarakat sekitar,” ujar Riska.
Melalui evaluasi lapangan tersebut, para mahasiswa diharapkan mampu menyusun rekomendasi yang dapat menjadi masukan konstruktif bagi pengembangan program CSR Pertamina Patra Niaga agar semakin efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Pelaksana Tugas (Pjs.) Fuel Terminal Manager Tasikmalaya, Arief Samsul Bahtiar, menyambut baik keterlibatan kalangan akademisi dalam proses evaluasi program yang telah berjalan di Desa Sukapura.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah strategis untuk memperoleh perspektif ilmiah sekaligus masukan objektif terhadap pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus evaluasi terhadap program yang kami jalankan. Harapannya, masukan yang diberikan dapat menjadi bahan perbaikan dan pengembangan program agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di Desa Sukapura,” ujar Arief.
