“Kondisi ini dipicu oleh curah hujan yang relatif rendah di wilayah Indramayu, sementara sebagian petani sedang mempersiapkan masa panen sehingga kebutuhan pengairan sawah meningkat,” katanya.
Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa meningkatnya konsumsi tidak memengaruhi ketersediaan stok LPG subsidi di wilayah tersebut. Perusahaan terus melakukan koordinasi dengan jaringan distribusi resmi agar pasokan dapat disalurkan sesuai kebutuhan masyarakat dan tetap mengacu pada regulasi pemerintah.
Distribusi LPG subsidi, lanjut Dila, dilakukan dengan mengedepankan prinsip tepat sasaran sehingga energi bersubsidi dapat diterima oleh kelompok masyarakat yang memang berhak memperoleh manfaatnya.
“Kami berkomitmen menjaga penyaluran LPG subsidi 3 kilogram agar tetap berjalan sesuai regulasi dan tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerimanya,” tegasnya.
Selain memastikan kelancaran distribusi, Pertamina Patra Niaga juga mendukung langkah aparat penegak hukum dalam memberantas berbagai bentuk penyalahgunaan LPG subsidi yang dapat mengganggu ketersediaan energi bagi masyarakat.
Menurut Dila, praktik penyalahgunaan LPG subsidi tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berpotensi menghambat distribusi kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk rumah tangga, pelaku usaha mikro, petani, dan nelayan yang menjadi sasaran program subsidi pemerintah.
“Kami mendukung penuh proses penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga melakukan penyalahgunaan LPG subsidi karena tindakan tersebut merugikan negara dan mengganggu distribusi energi kepada masyarakat yang berhak,” ujarnya.
