Ada pula kegiatan flashmob serta workshop membuat dan menghias layang-layang yang dapat diikuti anak-anak bersama keluarga.
Campaign, Experience, & CRM Manager 23 Paskal Shopping Center, Indra Pratama Wicaksono, mengatakan permainan tradisional memiliki nilai yang lebih luas dibanding sekadar aktivitas bermain.
“Permainan tradisional tidak hanya mengajarkan cara bermain, tetapi juga membawa cerita, interaksi, dan nilai yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya,” ujar Indra.
Menurutnya, Festival Bermain Anak menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal budaya Indonesia dengan cara yang menyenangkan sekaligus menghadirkan waktu berkualitas bagi keluarga.
Pertama Kali Digelar di Bandung
Festival Bermain Anak merupakan agenda yang rutin diselenggarakan PlayPlus Indonesia sejak 2017 dengan tagline “Yuk main lagi”.
Sebelumnya, festival tersebut secara rutin digelar di Jakarta. Namun, melalui kolaborasi bersama 23 Paskal Shopping Center dan Paradise Indonesia, Festival Bermain Anak untuk pertama kalinya hadir di Kota Bandung.
Penyelenggaraan di Bandung juga melibatkan lebih dari 35 komunitas dan 25 kelompok seni pertunjukan tradisional.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Forum Penulis Bacaan Anak, Kampung Dongeng Kota Bandung, Read Aloud Academia, Sanggar Purbaning Laras, Aksara Rembaka, dan Rangkai Jawa Barat.
Festival ini turut menghadirkan 10 narasumber dari berbagai bidang. Beberapa di antaranya yakni penulis buku anak dan pegiat literasi Tethy Ezokanzo, pegiat komunitas dan kegiatan sosial Reissa Usadinata, pemimpin komunitas dan pemuda dari Narasi Jawa Barat Din Muhammad Kausar, serta pegiat kerelawanan dan fasilitator komunitas Ardelia Clarissa Rahmat.
