Pilar kedua adalah digitalisasi ekosistem usaha, di mana pelaku UMKM didorong untuk mengoptimalkan teknologi dan platform digital sebagai sarana pemasaran lintas negara. Melalui pemanfaatan kanal digital, UMKM diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas merek, serta menjalin koneksi bisnis dengan mitra global secara lebih efisien.
Sementara itu, pilar ketiga adalah akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan. BRI menghadirkan solusi pembiayaan yang dirancang khusus untuk mendukung ekspansi UMKM, mulai dari penguatan modal kerja hingga pembiayaan untuk pengembangan usaha berorientasi ekspor. Dukungan ini diharapkan mampu mengatasi tantangan klasik UMKM dalam memperbesar skala bisnis.
Phopy menambahkan, sinergi antara BRI, Danantara Indonesia, dan Rumah BUMN Bandung menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem UMKM yang terintegrasi. Kolaborasi lintas institusi ini memberikan pelaku usaha perspektif menyeluruh, mulai dari perbankan, investasi, pengelolaan bisnis, hingga penguatan jejaring dan komunitas UMKM.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif tersebut akan menciptakan dampak jangka panjang bagi pertumbuhan UMKM, sekaligus memperkuat kontribusi sektor usaha kecil terhadap perekonomian daerah dan nasional. Jawa Barat sebagai salah satu sentra UMKM terbesar di Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi basis produk unggulan berorientasi ekspor.
Melalui pelaksanaan program BRINSPIRING secara konsisten, BRI Region 9 optimistis dapat melahirkan semakin banyak UMKM Jawa Barat yang siap menembus pasar global. Upaya ini sejalan dengan visi BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif serta memperkuat daya saing produk lokal Indonesia di kancah internasional. ***







