Suatu hari, Rizky hendak berangkat kuliah ketika mendapati gerbang indekos telah diganti. Ia belum memiliki kunci gerbang tersebut dan tidak ada yang memberitahunya mengenai perubahan itu.
Amron yang saat itu sedang mengikuti perkuliahan memilih pulang untuk membukakan gerbang bagi Rizky. Setelah memastikan temannya bisa berangkat, Amron kembali ke kampus untuk melanjutkan kelasnya.
Bagi Rizky, tindakan tersebut menunjukkan solidaritas dan kepedulian yang menjadi dasar kepercayaan kepada Amron sebagai calon rekan bisnis.
Pengalaman itu juga menjadi pesan bagi mahasiswa agar membangun hubungan baik dengan orang-orang di sekitarnya. Menurutnya, seseorang tidak pernah tahu bagaimana perjalanan hidup teman-temannya pada masa depan.
Conviction Jadi Modal Menghadapi Tantangan Bisnis
Selain kepercayaan terhadap rekan, Rizky menilai conviction merupakan salah satu penggerak utama dalam berwirausaha. Ia menggambarkan perjalanan bisnis seperti memasuki gua atau berkendara tanpa peta.
Dalam situasi tersebut, pelaku usaha hanya bisa mempersiapkan bekal, mengambil keputusan, dan terus mencari jawaban sepanjang perjalanan.
Prinsip ini juga berlaku dalam mengembangkan produk. Inovasi harus tetap relevan dengan kebutuhan pasar dan mampu diterima konsumen agar dapat menjadi bagian dari pertumbuhan bisnis.
Dalam mengembangkan HMNS, Rizky menjelaskan tiga pendekatan yang dijalankan perusahaan. Pertama, penetrasi melalui penggunaan nama produk yang menarik perhatian serta pengurusan berbagai sertifikasi.
