Dalam kegiatan monitoring tersebut, tim juga mencermati adanya kenaikan harga pada salah satu komoditas, yakni gula pasir, yang saat ini terpantau berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP). Menyikapi kondisi tersebut, BULOG Kancab Bandung terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta Satgas Saber Pangan Polda Jawa Barat untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif.
“Kami mencermati adanya kenaikan harga gula di atas HAP. Untuk itu, BULOG diharapkan dapat segera melakukan suplai gula ke pasar sebagai bagian dari upaya stabilisasi harga, sehingga masyarakat tetap dapat memperoleh gula dengan harga yang wajar,” tambahnya.
Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, khususnya Minyakita (Miki), hasil pemantauan menunjukkan harga di pasaran masih sesuai dengan HET yang telah ditetapkan pemerintah. Selain itu, distribusi minyak goreng juga terpantau berjalan dengan lancar dan tidak ditemukan indikasi kelangkaan di tingkat pedagang.
Melalui kegiatan monitoring bersama ini, Perum BULOG Kancab Bandung dan Satgas Saber Pangan Polda Jawa Barat menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, sekaligus mencegah praktik penimbunan maupun spekulasi harga yang dapat merugikan masyarakat.
Upaya pengawasan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok, khususnya menjelang momentum hari besar keagamaan yang biasanya diiringi peningkatan konsumsi.
Ke depan, Perum BULOG Kancab Bandung menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta para pelaku usaha pangan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci untuk memastikan distribusi pangan berjalan optimal, harga tetap terkendali, dan stabilitas ekonomi masyarakat dapat terjaga secara berkelanjutan. ***






