Partisipasi lintas generasi menjadi salah satu hal menarik dalam penyelenggaraan tahun ini. Kegiatan ini diikuti keluarga yang melibatkan hingga tiga generasi. Peserta termuda berusia sekitar 16–17 tahun, sedangkan lebih dari 500 peserta berada dalam rentang usia 60–70 tahun.
Untuk mendukung kesehatan dan keselamatan peserta, panitia bekerja sama dengan AMP Unpad guna membantu pemantauan kondisi kesehatan selama kegiatan berlangsung.
Panitia juga menghadirkan teknologi live tracking melalui peta digital yang memungkinkan posisi pelari dipantau secara langsung. Teknologi ini diharapkan membantu koordinasi dan mempercepat penanganan jika terjadi kondisi darurat.
Selain itu, koordinasi dilakukan bersama TNI, Polri, dan jajaran kewilayahan untuk memastikan keamanan peserta di sepanjang lintasan Jakarta–Bandung.
Bawa Misi Sosial, Sediakan Fasilitas Air Bersih
Dampak ITB Ultra Marathon 2026 turut diarahkan kepada masyarakat yang berada di sepanjang rute. Salah satu program yang dijalankan adalah pemasangan fasilitas penyaringan air bersih.
Hingga pelaksanaan kegiatan, panitia telah memasang tiga fasilitas dengan target keseluruhan lima titik. Program ini diharapkan memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat bahkan setelah kegiatan berakhir.
Selain penyediaan air bersih, kegiatan ini juga mendorong pengelolaan sampah yang berpotensi mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (IA-ITB), Agustin Peranginangin, mengapresiasi semakin luasnya keterlibatan peserta. Partisipasi tidak hanya datang dari alumni ITB, tetapi juga dari perguruan tinggi lain dan berbagai perusahaan.
