Selain memiliki nilai ekonomi dari sisi harga ternak, Domba Garut juga dikenal memiliki pertumbuhan yang relatif cepat dan bobot tubuh jantan yang dapat mencapai sekitar 80 hingga 100 kilogram.
Karakteristik tersebut membuat Domba Garut memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai komoditas peternakan, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun hewan kurban.
Lebih jauh, keberadaan sentra budidaya Domba Garut dapat dikembangkan menjadi bagian dari konsep agrowisata. Wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan pertunjukan, tetapi juga dapat memperoleh pengalaman mengenal proses pemeliharaan dan pembudidayaan ternak.
Potensi tersebut membuka peluang bagi peternak untuk mengembangkan kunjungan edukasi, pelatihan perawatan domba hingga kegiatan latihan bersama seni ketangkasan.
Ekosistem ekonomi yang terbentuk juga tidak berhenti pada penjualan ternak. Aktivitas peternakan dapat melibatkan berbagai usaha pendukung, seperti penyediaan pakan, pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik hingga pemanfaatan kulit.
BRI Dorong Pelestarian Budaya Sukalaksana
Kehadiran pertunjukan budaya dalam perayaan HUT ke-81 RI di Desa BRILiAN Sukalaksana menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik desa wisata yang telah dibina melalui program Desa BRILiAN.
Regional CEO BRI Region 09 Bandung Dewi Hestiningrum mengatakan, tradisi lokal menjadi salah satu kekuatan utama yang dimiliki Desa Wisata Sukalaksana.
“Seni Ketangkasan Domba Garut, Pencak Silat, dan Kabarulem adalah identitas serta magnet utama Desa Wisata Sukalaksana. Melalui kegiatan Semarak Merah Putih ini, BRI ingin menjaga kelestarian tradisi leluhur sekaligus mempromosikan potensi pariwisata daerah ke tingkat yang lebih luas,” ujar Dewi.
