Sementara itu, Artificial Intelligence atau AI dapat mendukung efisiensi dan otomasi melalui penerapan Agentic AI, Generative AI, computer vision, dan Natural Language Processing (NLP).
Teknologi radar juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kemampuan deteksi dan surveillance. Teknologi tersebut mencakup Radar GCI, Radar Arhanud, Radar Weapon Locating, hingga aplikasi non-pertahanan seperti radar cuaca dan radar coastal.
Adapun Satellite & Remote Sensing mendukung pemantauan wilayah melalui imagery intelligence system untuk kebutuhan pertahanan. Teknologi tersebut juga dapat digunakan untuk pemantauan bencana, termasuk kebakaran hutan, banjir, dan gempa.
Keempat teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penguasaan teknologi nasional mulai dari tahap riset dan rekayasa hingga integrasi serta industrialisasi.
Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Ekosistem teknologi Len juga tidak hanya dibangun melalui kapabilitas di sektor pertahanan. Len Incorporated, sebagai bagian dari ekosistem Len yang bergerak di sektor non-pertahanan, turut hadir dalam Len Techno Day 2026.
Kehadiran tersebut memperlihatkan bagaimana kompetensi seperti digital technology, engineering, sensing, connectivity, data, dan system integration dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan.
CTO BPI Danantara, Sigit Puji Santosa, mengatakan Len memiliki peran dalam membangun ekosistem yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan, serta talenta.
“Len memiliki peran penting dalam membangun ekosistem teknologi yang menghubungkan industri, riset dan pengembangan (R&D), serta talenta. Kehadiran ITB Innovation Park dapat menjadi titik temu atau melting pot antara industri dan R&D, sehingga mempercepat kolaborasi dan pengembangan kapabilitas teknologi nasional,” ujar Sigit.
