Bagi Eiger Adventure, keberadaan fasilitas tersebut bukan sekadar melengkapi destinasi wisata alam. Sign system menjadi bagian dari edukasi keselamatan pendakian sekaligus langkah nyata untuk meminimalkan dampak aktivitas manusia terhadap kawasan konservasi.
Program pemasangan penunjuk arah seperti ini sebelumnya telah diterapkan di sejumlah gunung di Indonesia. Ke depan, Eiger Adventure berencana memperluas implementasinya ke lebih banyak jalur pendakian agar semakin banyak pendaki memperoleh pengalaman beraktivitas yang aman.
Ketua Komunitas Eigerian Tasikmalaya, Miftah Babol, menilai kehadiran sign system memberikan manfaat besar bagi para pencinta alam. Menurutnya, fasilitas tersebut mampu menciptakan ruang beraktivitas yang lebih aman sekaligus memudahkan pendaki dalam mengenali kondisi jalur.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan menjaga kawasan konservasi tidak hanya bergantung pada infrastruktur. Kesadaran setiap pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian alam tetap menjadi faktor utama yang harus terus dibangun melalui edukasi.
Tak hanya menggelar trekking, Media Field Journal juga membekali peserta dengan keterampilan dasar bertahan hidup di alam. Para jurnalis diperkenalkan pada teknik membuat api menggunakan metode bow drill, flint and steel, serta ferrocerium.
Materi tersebut menjadi bekal penting bagi siapa saja yang gemar melakukan aktivitas outdoor. Selain memahami teknik bertahan hidup, peserta juga diajak mengenal prinsip-prinsip keselamatan agar setiap kegiatan di alam dilakukan secara bertanggung jawab tanpa merusak lingkungan sekitar.
