Dari Kecimpring hingga Tempe, Program MIGP YBM BRILiaN Dorong Mustahik Bangkit Mandiri

JURNALINDONESIAUPDATE – Upaya mendorong kemandirian ekonomi mustahik terus dilakukan BRI melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN. Kali ini, YBM BRILiaN meluncurkan Mustahik Income Generating Program (MIGP) yang menyasar kelompok usaha berbasis potensi lokal di Kota Banjar dan Kabupaten Ciamis.

Program MIGP hadir sebagai solusi pemberdayaan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi dirancang untuk menciptakan usaha yang berkelanjutan. Dua kelompok usaha produktif menjadi penerima manfaat program ini, yakni Kelompok Kecimpring Barokah di Kelurahan Hegarsari, Kota Banjar, dan Kelompok Tempe Barokah di Desa Padaringan, Kabupaten Ciamis.

Melalui program ini, YBM BRILiaN menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp100 juta dalam bentuk peralatan produksi, modal kerja, serta pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat daya saing produk di pasar.

Wakil Ketua Umum YBM BRILiaN Region 9, Teguh Agung Prihadi, menuturkan bahwa MIGP merupakan wujud nyata komitmen YBM BRILiaN dalam mengubah pola bantuan konsumtif menjadi pemberdayaan produktif.

“Kami ingin mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki kemampuan dan kepercayaan diri untuk mengembangkan usahanya. Pendampingan dan pelatihan menjadi kunci agar usaha yang dijalankan dapat tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Teguh.

Ia menambahkan bahwa pemilihan kelompok usaha berbasis potensi lokal bertujuan agar program lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Produk kecimpring dan tempe dinilai memiliki peluang pasar yang besar sekaligus dekat dengan keseharian masyarakat.