Perangkat yang diserahkan selanjutnya dipindai dan divalidasi menggunakan kamera serta teknologi Artificial Intelligence (AI).
Setelah proses validasi, perangkat akan ditimbang secara otomatis dan diterima untuk kemudian dicatat dalam sistem REMIND.
E-waste yang terkumpul selanjutnya diproses melalui pendekatan pemulihan material dan pengelolaan yang lebih bertanggung jawab.
Founder & CEO REMIND, Muhammad Dzikri Ahira Soefihara, mengatakan teknologi menjadi salah satu kunci untuk membuat proses pengumpulan dan pengelolaan e-waste lebih mudah diakses sekaligus terukur.
“#ByeByeBox kami kembangkan untuk membuat pengelolaan e-waste menjadi lebih mudah diakses dan terukur. Teknologi membantu proses pengumpulan, pencatatan, serta pemulihan material, sehingga perangkat elektronik yang tidak lagi digunakan masih dapat memiliki nilai dalam siklus pemanfaatan berikutnya,” katanya.
Pada tahap pertama kampanye yang berlangsung hingga November 2026, XLSMART dan REMIND menargetkan pengumpulan sebanyak 600 kilogram e-waste.
Tidak hanya melihat jumlah sampah elektronik yang berhasil dikumpulkan, keberhasilan program juga akan diukur berdasarkan jumlah partisipan, tingkat engagement, perubahan perilaku, serta dampak pengelolaan e-waste yang dapat dilaporkan secara konkret.
Ada Bonus Kuota untuk Pengguna XL, AXIS, dan Smartfren
Menariknya, aktivasi #ByeByeBox di ITB juga menawarkan insentif bagi masyarakat yang ikut menyerahkan e-waste.
Pengguna XL, AXIS, dan Smartfren berkesempatan memperoleh bonus kuota utama berdasarkan berat e-waste yang dikumpulkan.






