Ia menjelaskan, sinergi antara kantor wilayah dan cabang menjadi kekuatan utama dalam memastikan program TJSL BRI berjalan optimal dan berkelanjutan. Tidak hanya sebatas penyaluran bantuan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan BRI dengan masyarakat di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Eki menekankan pentingnya peran mitra lokal dalam proses distribusi bantuan. Menurutnya, keterlibatan yayasan setempat merupakan langkah strategis untuk menjaga akurasi dan efektivitas penyaluran.
“Kami menggandeng Yayasan Nur Khatun Rumaisha dan Yayasan Al Badari Syamsu karena mereka memiliki kedekatan dan basis data masyarakat yang akurat di lapangan. Sinergi ini sebagai salah satu upaya untuk memastikan distribusi bantuan dapat berjalan dengan tertib, aman, dan tepat sasaran,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak Regional Business Support BRI Region 9 Bandung menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini sejalan dengan misi besar BRI sebagai agent of development. BRI tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis dan layanan perbankan, tetapi juga berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Melalui program TJSL yang berkesinambungan, BRI berharap dapat terus hadir di tengah masyarakat, memberikan dampak sosial yang nyata, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. Penyaluran 5.000 paket sembako di Jatibarang ini menjadi salah satu bukti bahwa kolaborasi antara dunia usaha dan komunitas lokal mampu menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. ***











