Kinerja tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan BRI di Purwakarta mencakup kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang cukup beragam. Mulai dari modal usaha, kebutuhan perumahan hingga pembiayaan bagi pegawai.
BRI Fokus Perkuat Inklusi Keuangan
Ke depan, BRI BO Purwakarta akan tetap menjadikan segmen mikro sebagai salah satu fokus utama strategi pembiayaan.
Raden Balya mengatakan, jumlah debitur mikro yang mencapai 44.830 menjadi modal penting bagi BRI untuk terus memperluas akses pembiayaan sekaligus meningkatkan pemberdayaan pelaku usaha.
“Melihat basis nasabah mikro kami yang sangat luas hingga 44.830 debitur, kami optimistis segmen Mikro adalah motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Purwakarta,” katanya.
BRI juga akan memperkuat penetrasi pembiayaan mikro dengan pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan. Strategi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan penyaluran kredit, tetapi juga memastikan pembiayaan dapat memberikan manfaat bagi perkembangan usaha nasabah.
Digitalisasi turut menjadi bagian dari strategi pemberdayaan UMKM. Pemanfaatan ekosistem digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha mikro mengelola aktivitas bisnis dengan lebih efektif sekaligus memperluas akses terhadap layanan keuangan.
“Kami akan terus memperkuat inklusi keuangan, memperluas jangkauan pembiayaan mikro, serta mengoptimalkan ekosistem digitalisasi pemberdayaan UMKM agar para pelaku usaha mikro dapat tumbuh semakin tangguh dan mandiri,” ujar Raden Balya.
Dengan capaian kredit Rp2,67 triliun hingga Juli 2026, BRI BO Purwakarta menegaskan perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi daerah. Fokus pada segmen mikro sekaligus penguatan digitalisasi UMKM diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Purwakarta yang lebih inklusif dan berkelanjutan. ***
