Bio Farma Gandeng 23 Century Medical Group, Jajaki Pengembangan Terapi Sel Punca di Indonesia

“Bagi Bio Farma, pengembangan bidang ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan pengalaman panjang kami dalam pengembangan vaksin dan produk farmasi konvensional. Dari perspektif riset dan pengembangan, kami memandang kemitraan ini sebagai peluang untuk meningkatkan pengetahuan, serta membangun kapabilitas yang akan memperkuat ekosistem bioteknologi Indonesia,” kata Shadiq.

Ia juga mengapresiasi dukungan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM dalam mendorong investasi di sektor bioteknologi dan kesehatan. Dukungan tersebut dinilai penting, khususnya untuk memperkuat kapabilitas manufaktur dalam negeri melalui kolaborasi strategis dengan mitra internasional.

Pengembangan kompetensi di bidang terapi seluler dan pengobatan regeneratif juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan serta kemandirian kesehatan Indonesia.

Direktur Riset dan Pengembangan Bio Farma, Dicky Mahardhika Taryono, mengatakan penguatan ekosistem teknologi kesehatan membutuhkan kesiapan riset, tenaga ahli, sistem mutu, industri, dan layanan kesehatan yang dikembangkan secara bertahap.

“Bagi Bio Farma, penjajakan ini merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas nasional di bidang teknologi kesehatan yang lebih maju. Kami ingin memperkuat pemahaman mengenai ilmu pengetahuan, persyaratan regulasi, sistem mutu, dan kesiapan industri secara bertahap. Tujuan jangka panjangnya adalah mendukung akses terhadap inovasi kesehatan yang terbukti aman dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Dicky.

Jajaki Peluang Terapi Seluler dan Pengobatan Regeneratif

Penjajakan bersama 23 Century Medical Group memberikan kesempatan bagi Bio Farma untuk memperdalam pemahaman mengenai ekosistem terapi seluler dan pengobatan regeneratif yang berkembang secara global.