Lebih dari sekadar peningkatan performa inkremental, Rahma Upper-Bound menawarkan paradigma baru dalam membaca ulang hukum tidak tertulis tentang trade-off kinerja membran gas. Konsep ini mengubah cara para peneliti global memetakan potensi material membran, sekaligus membuka ruang desain material yang sebelumnya dianggap tertutup dan tidak realistis.
Dampak ilmiah dari temuan ini tercermin jelas dari penerimaan komunitas riset internasional. Karya Widda Rahmah telah dipublikasikan di jurnal internasional top-tier dan hingga kini telah meraih 83 sitasi, sebuah angka yang menandakan daya gaung yang kuat dalam diskursus ilmiah global. Sitasi tersebut menegaskan bahwa Rahma Upper-Bound tidak hanya penting secara teoritis, tetapi juga menjadi rujukan praktis dalam riset pemisahan dan penangkapan CO₂, pengembangan teknologi rendah karbon, serta strategi mitigasi perubahan iklim.
Di tengah tantangan global terkait krisis iklim dan kebutuhan akan teknologi carbon capture yang efisien, kontribusi ini menjadi sangat relevan. Rahma Upper-Bound memberikan fondasi ilmiah baru bagi pengembangan material membran generasi berikutnya yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan berkelanjutan.
Prestasi ini sekaligus menegaskan bahwa mahasiswa doktoral Indonesia mampu berdiri sejajar dengan peneliti kelas dunia, bahkan memberikan arah baru dalam percakapan ilmiah internasional. Keberhasilan Widda Rahmah juga menjadi bukti konkret efektivitas program PMDSU dalam mencetak peneliti unggul yang mampu menghasilkan karya berdampak global.





