JURNALINDONESIAUPDATE – Mahasiswa doktoral Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menorehkan prestasi yang menggema hingga tingkat global. Widda Rahmah, mahasiswa S3 Teknik Kimia ITB sekaligus penerima beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), berhasil menghadirkan terobosan ilmiah yang mengubah peta pemahaman dunia tentang teknologi membran pemisahan gas, khususnya untuk pemisahan karbon dioksida (CO₂).
Melalui riset doktoral yang mendalam, sistematis, dan konsisten, Widda Rahmah berhasil menghimpun serta menganalisis basis data membran zeolit dengan performa pemisahan CO₂ yang sangat tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja membran zeolit jauh melampaui capaian membran polimer, yang selama puluhan tahun dianggap sebagai standar global dalam teknologi pemisahan gas.
Puncak dari riset tersebut melahirkan sebuah konsep monumental bernama “Rahma Upper-Bound”, sebuah garis batas performa baru yang dikembangkan dari konsep legendaris Robeson Upper-Bound. Selama lebih dari tiga dekade, Robeson Upper-Bound dipandang sebagai “tembok alamiah” dalam dunia riset membran gas, yang menegaskan adanya trade-off antara permeability (kemampuan alir gas) dan selectivity (kemampuan memilah gas).
Namun, Rahma Upper-Bound hadir sebagai bukti ilmiah bahwa batas fundamental tersebut tidaklah mutlak. Berbasis data yang kuat dan komprehensif, Widda Rahmah menunjukkan bahwa desain material membran berbasis zeolit mampu menggeser batas yang selama ini dianggap nyaris mustahil dilampaui. Penemuan ini menjadi retakan pertama yang signifikan pada tembok konseptual Robeson Upper-Bound.





