Model tersebut menciptakan hubungan saling menguntungkan. Masyarakat mendapatkan akses layanan keuangan yang lebih dekat, sementara pelaku UMKM memperoleh peluang untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengembangkan usahanya.
Dari sisi ekonomi daerah, aktivitas Agen BRILink juga ikut menghidupkan ekosistem usaha di tingkat lokal. Transaksi yang sebelumnya mengharuskan masyarakat bepergian ke pusat kota atau kantor cabang kini dapat dilakukan di lingkungan sekitar.
Transaksi Perbankan Makin Mudah di Desa
Jaringan Agen BRILink juga menjadi salah satu bagian penting dalam memperluas inklusi keuangan hingga wilayah yang jauh dari kantor cabang.
Melalui agen, masyarakat dapat melakukan berbagai kebutuhan transaksi, seperti transfer antarbank, tarik tunai, hingga pembayaran sejumlah kebutuhan rutin.
Layanan tersebut mencakup pembayaran tagihan listrik, air, BPJS, hingga pencairan bantuan sosial pemerintah.
Kehadiran layanan tersebut memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya mereka yang tinggal di wilayah pedesaan. Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk melakukan transaksi sederhana.
Selain memberikan kemudahan dari sisi jarak dan waktu, ekosistem Agen BRILink juga ikut mendorong masyarakat semakin terbiasa menggunakan layanan keuangan formal dan transaksi digital.
Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan
Branch Office Head (BOH) BRI Purwakarta, Raden Balya Taufik Hidayat A, mengatakan pencapaian volume transaksi Rp2,24 triliun menunjukkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat mikro.
