Lewat Simonel, Pemkot Bandung Perkuat Tata Kelola Berbasis Kinerja dan Data di Tahun 2026

JURNALINDONESIAUPDATE – Pemerintah Kota Bandung kembali menegaskan komitmennya dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin transparan, responsif, dan berbasis kinerja. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan Sistem Informasi Manajemen Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan Pembangunan (Simonel) yang kini menjadi tulang punggung pemantauan kinerja pembangunan di seluruh perangkat daerah.

Dalam Rapat Koordinasi Bagian Administrasi Pembangunan yang digelar di Hotel Mercure Bandung City Centre, Jumat 5 Desember 2025, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan bahwa penguatan Simonel menjadi bagian penting dari transformasi digital yang tengah dijalankan pemkot. Menurutnya, keberadaan sistem digital tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memastikan pengambilan keputusan dapat dilakukan secara tepat waktu karena berbasis data.

“Saya bangga menjadi bagian dari pemerintah kota dengan kemampuan tata kelola yang sangat baik. Terima kasih kepada seluruh penerima penghargaan dan para ASN yang terus menunjukkan performa luar biasa,” ujar Farhan.

Ia menyebut bahwa teknologi hanyalah alat. Sistem seperti SPBE, big data, hingga potensi implementasi blockchain di masa mendatang, tidak akan memberikan dampak berarti tanpa integritas aparatur yang mengelolanya. “Secanggih-canggihnya tata kelola, kalau aparat tidak punya integritas, semuanya percuma,” katanya.

Farhan mencontohkan bagaimana ketersediaan data mampu membantu pemerintah kota dalam situasi mendesak. Salah satunya ialah pemanfaatan data Layanan Catatan Informasi RW (Laci RW) yang kini telah mencapai cakupan 100 persen. Meski masih memerlukan pengolahan lebih lanjut, basis data tersebut menjadi fondasi penting dalam menilai kebutuhan warga secara aktual dan cepat.