JURNALINDONESIAUPDATE – Kampung Gentur di Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur, dikenal sebagai pusat kerajinan Lampu Gentur yang telah bertahan sejak abad ke-19. Kerajinan ini bukan hanya simbol kekayaan budaya lokal, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif berbasis UMKM yang terus berkembang hingga saat ini.
Sejarah Lampu Gentur bermula pada tahun 1820, ketika para leluhur menciptakan lampu cempor berbahan minyak tanah untuk kebutuhan penerangan anak-anak mengaji. Dari fungsi sederhana tersebut, Lampu Gentur berevolusi menjadi produk dekoratif bernilai tinggi yang kini memadukan material kuningan dan kaca bertekstur dengan sentuhan artistik khas.
Proses produksi Lampu Gentur dilakukan secara manual dengan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Tidak mengandalkan teknologi massal, setiap produk dikerjakan dengan ketelitian tinggi, menjadikannya unik dan memiliki karakter kuat. Inilah yang membuat Lampu Gentur mampu bertahan dan memiliki daya saing di tengah gempuran produk pabrikan.
Di tengah dinamika pasar, inovasi menjadi kunci keberlanjutan. Salmanudin, salah satu pengrajin, sejak 2019 mengembangkan produk Lampu Gentur sekaligus menciptakan hantaran khas berbahan kaca dan kuningan. Inovasi tersebut memperluas segmen pasar dan membuka peluang ekspor, dengan produk yang telah menjangkau Malaysia serta pengiriman rutin ke Palembang.
Pengrajin lainnya, Gugun Gunadi, juga menunjukkan konsistensi dalam menjaga kualitas dan kontinuitas produksi. Selama lima tahun terakhir, ia memenuhi permintaan pasar domestik, terutama dari wilayah Sumatera dan Surabaya, yang terus menunjukkan tren positif.











